M

hadirilah

denny

ini untuk pertama kalinya ambil rapor ke sekolahan denny.
datang jam 10 antriannya sudah panjang.
dan ternyata selain dengan wali kelas, kita (beberapa orang tua murid) juga dipanggil untuk konsultasi ke ruang guru hafalan qur-an. ternyata hafalan denny ada yang ga tuntas.
level denny memang sudah 1 tingkat di antara teman-temann lainnya. tapi di levelnya dia, dia masih ketinggalan.
entah sih, ini apa jadi bikin dia overpressure apa gimana. sehingga jadi malah kontradiksi untuk tidak menyelesaikan hafalannya.

sementara pelajaran umumnya, ada beberapa nilainya yang jeblok.

terus kelakuan ngobrolnya kambuh lagi. sudah mulai sering ngobrol jalan ke meja temen kewajiban.

rafaro

dari yang sering diperhatikan, rafaro ini sering ga tau atau telat mengerjakan PR. gurunya sih menyatakan kalau informasi PR sudah disampaikan di kelas. tapi pada kenyataanya, kadang rafaro tidak mencatat ada PR di buku penghubungnya. baru tau bahwa ada PR, ketika grup ibu-ibu yang nanya nanya soal PRnya.

rafaro sering tidak menjawab dengan jelas, ketika mendapat pertanyaan dari guru.
baik suaranya yang pelan, ataupun jawabannya yang tidak 'nyambung' dengan pertanyaan.

mungkin tingkat ke-pede-annya yang belum terasah.

alana

alana juga dilaporkan oleh gurunya sering bercanda, ngobrol, dan kadang lost focus (ngelamun?)
buat saya sih untuk anak seumuran alana, adalah hal yang wajar.
paling nanti tinggal diwanti-wanti untuk tidak bercanda, ngobrol di dalam kelas.

This article is my 42nd oldest. It is 218 words long, and it’s got 0 comments for now.

Comments

Leave a Comment