inalillahi wainailahi rajiun

senin 02 agustus 2026 22:00 , papa juga berpulang.

dari semenjak operasi amputasi jari telunjuk kaki kanannya karena sudah terlihat membusuk karena diabetes, sebenarnya aktivitasnya bisa dibilang aktif. cuma susah sekali untuk diajak konsul, dan perawatan.

akhirnya karena tidak terawat, bagian lain pun akhirnya juga mengalami pembusukan, dan terakhir ternyata telapaknya pun 'bolong'.

lalu 19 juli 2026, dikabarkan beliau terjatuh, dan semenjak itu sudah bed-ridden. awal awal masih bisa memaksakan duduk di tempat tidur, tapi cuma sebentar.

lama lama kondisi semakin lemah, miring badan di tempat tidur pun tidak bisa.

bergantung banget sama nova untuk merawat, dari buang air kecil yang tembus dari diapers, sampai membersihkan nanah luka.

setelah positif tiada, maka saya coba hubungi RT. beruntung RT nya mau diganggu di malam itu, sehingga dia ngerahkan perangkat RT lain, dan anak muda untuk preparation. kertas minyak kuning, lalu tenda untuk pemandian. lalu menghubungi tetangga yang biasa mengurus administrasi kematian.

mengurus kematian saat di rumah, harus ada surat keterangan kematian. jika di rumah sakit, maka surat keterangan itu langsung jadi.

maka baru besok paginya diurus ke kelurahan. harus diurus oleh ahli waris. lalu mencari pemakaman. harus diurus oleh ahli waris.

di rumah, masih pada menunggu apakah jenazah bisa dimandikan. karena diakibatkan kondisi luka yang berbau, dikhawatirkan jika terlalu lama antara rentang waktu dimandikan, dan dishalatkan, akan timbul bau.

ketika sudah dimandikan oleh tetangga. permasalahan berikutnya, tidak ada informasi bagaimana jenazah akan dibawa ke masjid. beruntung, pas ustaz sulhan datang lagi (setelah sempat takziah di paginya). dia komando, dia kasih 'how to' masukkan jenazah ke liang lahat, dia minta kesepakatan apakah jenazah di-adzan-kan atau tidak.

pas ustaz pula yang meng-imami shalat jenazah.

lalu beliau ikut ke makam, memberi komando memasukkan jenazah ke liang lahat.

tidak terpikir, kalau ternyata pak ustaz sulhan ini tidak datang, siapa yang akan atur itu semua.


melahirkan

setelah rumah sempat ditinggal seminggu karena abah - wowo meninggal, otomatis ga ada yang tau lagi keseharian si kucli ngapain. paling cuma kepikiran, "udah makan belum ya?" atau "masih nongkrong di sekitar rumah ga ya?"

sementara itu, perutnya makin hari makin gede. keliatan banget bentar lagi bakal melahirkan. masalahnya, ga ada yang tau kapan.

jadi sebelum pergi, disiapinlah satu kerdus, dikasih alas baju-baju bekas. harapannya sih sederhana. semoga dia ngerti kalau itu tempat yang udah disediain buat dia.

ya namanya juga kucing.

pas balik ke rumah, kucli malah ga keliatan sama sekali.

pas lagi buka pintu rumah, tiba-tiba ada suara dari arah mesin cuci.

plek.

muncul kepala kucli dari dalam mesin cuci dua tabung.

terus dia lompat keluar seolah ga terjadi apa-apa.

gue masih bingung sampai sekarang gimana caranya dia masuk. tutup mesin cucinya kan kepasang. tapi somehow dia berhasil ngedorong tutupnya, masuk ke dalam, terus bikin rumah di situ.

pas diliatin, kok badannya udah ga segede sebelumnya.

jangan-jangan...

gue intip ke dalam mesin cuci.

lah.

ada tiga anak kucing.

astaga...

dia milih mesin cuci jadi ruang bersalin.

lebih apesnya lagi, di dalam mesin cuci itu masih ada baju-baju yang belum sempat dicuci. terlihat beberapa baju terkena darah.

langsung buru-buru dipindahin semua anak kucing ke kerdus yang udah disiapin.

eh ternyata bukan tiga.

empat.

ada satu yang nyempil.

begitu semua selesai dipindahin, kucli langsung ngangkat salah satu anaknya pakai mulut. tujuan berikutnya? balik lagi ke mesin cuci.

lah jangan...

padahal mesin cucinya udah diisi air buat dibersihin.

akhirnya strategi diganti.

kerdusnya dipindah ke lantai bawah. terus nemu keranjang besi bekas. kerdus beserta kain alasnya masuk ke dalam keranjang, kucli ikut dimasukin, terus bagian atasnya dihalangin pakai gembok dan tumpukan kerdus lain.

ya,..daripada dia nekat mindahin bayi-bayinya balik ke mesin cuci.

beberapa saat kemudian dia udah mulai tenang. ga ada lagi usaha ngangkut anaknya satu-satu.

ya udah, berarti mulai nerima.

niat awalnya sih sekalian "mengurung" kucli, biar dia ga keluyuran ninggalin anak-anaknya.

eh ga lama kemudian...

dia udah nongol aja di lantai atas.

entah lewat mana.

langsung panik ngecek ke bawah.

syukurlah.

empat-empatnya masih ada.

berarti dia cuma jalan-jalan bentar, terus pulang lagi.

kayaknya sekarang dia udah resmi mengakui kalau kerdus itu memang rumah barunya.

btw, lucunya lagi, empat-empatnya beda warna semua.

ada yang putih, kuning muda, abu-abu tua, sama abu-abu belang.

kayaknya bapaknya lebih dari satu...


inalillahi wainailahi rajiun

abah setelah sempat beberapa hari dirawat di rumah sakit, dan kemudian sudah boleh pulang. tapi kondisi tidak terlalu bagus. selang makanan yang harusnya masih terpasang, tercabut oleh abah. dan ketika dibujuk untuk dipasang lagi, beliau terlihat menolak.

jadi tgl 13-Jul-2026, abah berpulang.


terjebak kucli

Ada kucing liar. Sebut saja Kucli.

Awalnya sih cuma sering nongkrong di bawah rumah. Diam dan kadang tidur di pojokan. Lama-lama pindah markas ke dekat pintu bawah.

Terus suatu hari, entah bagaimana ceritanya, dia muncul di teras atas.

Lho?

Beberapa waktu setelah itu, sering terdengar suara "gabruk!" dari dalam rumah. Pas dicek, ternyata Kucli lagi gasrak-grusuk di dalam. Entah sedang inspeksi bangunan atau survei lokasi.

Ya sudah, diusir keluar.

Tapi tidak lama kemudian, dia nongol lagi di teras atas.

Hadeh.

Dari mana datangnya, sih?

Sampai akhirnya ketahuan. Suatu ketika terlihat dia lagi turun dari tembok samping rumah, dari atas ke bawah. Dengan santainya.

Owalah.

Ternyata selama ini jalurnya lewat situ.

Sekarang masalahnya jadi berbeda. Kami praktis tidak bisa membuka pintu.

Pintu dibuka sedikit, dia langsung pasang ancang-ancang. Dibuka agak lebar, dia masuk. Dibuka penuh, ya sudah, anggap saja rumah ini milik bersama.

Padahal cuaca lagi panas-panasnya.

Tapi pintu harus tetap tertutup.

Takut Kucli masuk


nyetir mobil listrik

ini pertama kalinya nyetir mobil listrik. dipinjemin edo, buat nganter mami ke masjid. mobilnya edo ada di posisi luar, jadi lebih cepat bawa itu.

sebelum pergi, nanya-nanya apa electric sama dengan matic. trus edo ngasih beberapa petunjuk.

sebelumnya sih sudah pernah cari tau cara mengendarai mobil electric itu gimana. jadi udah punya bayangan.

dan ternyata ya memang basic-nya mirip mobil matic biasa. ada P, R, N, D juga. bedanya cuma bentuk persneling dan beberapa fitur aja. di mobil edo tadi, persnelingnya bentuk kenop bundar. jadi pindah gigi tinggal muter kenop kaya lagi nyetel kompor :))

yang agak bikin bingung justru pas awal mau jalan. mobilnya ga ada suara mesin, ga ada getaran. sempat mikir ini sebenarnya sudah nyala apa belum. setelah di HUD sudah muncul tulisan “READY”, berarti mobil sudah siap jalan.

terus satu lagi yang kocak: gue sempat nyari tombol hazard cukup lama :)) ga nemu,

lalu untuk kabin, terasa lega. biasanya bawah dashboard mobil itu sumpek karena ada konsol tengah. nah ini kosong blong aja.

sisanya sih pas jalan… ya normal aja.