hari pertama sekolah

hari senin kemarin adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang lebaran dan kenaikan kelas.

untuk denny dan alana, merupakan hari pertama di sekolah baru.

sekolah denny yang sekarang lumayan jauh dari rumah, jadi harus berangkat lebih pagi dari biasanya, berangkat pukul 6.10.

dan memang benar saja, di underpass angkasa, sepagi itu, terowongan tesebut sudah penuh dari ujung awal.

hari pertama sekolah

sampai sekolah denny, masuk dan denny duduk ngambil bangku di depan. dan memang tidak ada lagi yang perlu ditunggui, maka langsung ditinggal. nanti siang akan dijemput pak nisam.

sementara alana dan bunda duluan berangkat karena motor ga muat jika rafaro ikut juga. setelah mengantar alana dan bunda, baru lah pak nisam jemput rafaro.

oh iya, ada drama sedikit. kunci rumah dari hari minggu di bawa denny ke rumah nenek, dan ga dibawa pulang lagi. jadi ketika saya sudah berangkat bersama denny, pintu terkunci. dan bunda sempat panik karena tidak menemukan kunci pintu yang satu lagi. untunglah segera ingat bahwa kemungkinan kunci ada di rumah nenek.

karena hal ini, alana dan rafaro terlambat sedikit. alana jadinya dapat bangku agak di belakang. sementara rafaro gak bisa naik ke kelas untuk taroh tas, karena sudah baris untuk upacara.

nah berangkat pagi ini juga mengubah semua rutin, seperti mengepel dan bikin kopi. mengepel biasanya dilakukan setelah sholat subuh. itu butuh waktu 45 menit sampai sejam. tapi sekarang setelah sholat subuh, sudah harus siap siap mandi. udah ga ada waktu untuk mengepel

setelah mengepel biasanya bikin kopi. bikin kopi juga biasanya butuh waktu kira kira setengah jam. sudah pasti tidak bisa.


main salju di trans snow world

liburan lebaran kemarin serombongan keluarga besar nyobain main salju di trans snow world, yaitu sebuah wahana permainan salju yang ada di mall transmart juanda bekasi

trans-snow-world-IMG_20190606_160428.md.jpg

wahana permainan salju ini diklaim sebagai wahana permainan salju terbesar di indonesia.

karena jargon "terbesar", jadi agak high expectation, sehingga begitu sampai di dalam lumayan agak "yahh.. begini doang..."

sebagian besar permainan memerlukan peralatan, sehingga harus menyewa peralatannya, misalnya seluncur es, atau ban, atau ski.<br/> wahana yang 'gratis' adalah gantole, dan hujan salju.

antre-IMG_20190606_160440.md.jpg

karena datang ketika hari libur lebaran, sudah antisipasi akan ramai. tapi ga kebayang kalo ramainya pakai 'banget'. antre untuk masuk bisa sejam lebih. setelah di dalam, antre untuk ambil sepatu serta gelang indikator.<br/> dan ketika itu, yang beli tiket online pun antreannya sama dengan yang datang go show.

harga tiket yang berkisar 275.000 rupiah yang buat saya : mahal ternyata ga membuat orang surut pengen nyobain wahana salju ini.

boots-IMG_20190606_194623-1.md.jpg

ukuran sepatu boot, menggunakan ukuran amerika, bukan ukuran eropa yang biasa kita pakai, jadi di sana ada semacam mockup berbagai ukuran sepatu untuk kita coba sehingga bisa tau ukuran sepatu yang pas.

setelah mendapatkan sepatu, dan gelang indikator. kita bersalin dari sepatu/sandal yang sedang dipakai dengan boots tadi. dan seperti never ending drama. ternyata ada sepatu boots yang tidak muat, atau kebesaran, sehingga harus ditukar. <br/> drama ini lumayan menyita waktu, padahal gelang indikator sudah di-swipe dari semenjak pengambilan boots tadi.

menjelang pintu masuk, foto-foto dulu, tentu saja plus drama susah diaturnya.

sampai di dalam, langsung disambut hujan salju. yang lokal, dan berwaktu. jadi tidak sepanjang waktu turun salju, tapi beberapa menit sekali saja. dan itu pun di lokasi tersebut saja, tidak di seluruh wahana.

yang pertama disambangi adalah wahana yang gratis, yaitu gantole -- dan seperti di luar tadi, antrenya panjang.

gantole-IMG_20190606_183533.md.jpg

lalu anak-anak lanjut dengan papan seluncuran, dan ban. <br/> dan kaya'nya ga ada yang nyewa peralatan ski.

seluncur-IMG_20190606_185211.md.jpg

seluncur-IMG_20190606_190240_1.md.jpg

batas waktunya adalah 2 jam, ketika menjelang 2 jam maka indikator gelang akan berubah dari hijau ke kuning, dan tidak lama akan jadi warna merah.<br/> jika telat selesai bermain, bisa terkena biaya perpajangan waktu.

waktu dua jam memang tidak terasa, tapi kedinginan akan mengingatkan seperti mengingatkan kita untuk selesai. <br/>walaupun berjaket, namun rasa dingin itu lumayan merayap, terutama yang masuk ke dalam sepatu boots

oh iya, di dalam wahana, banyak fotografer resmi untuk nanti bisa menjadi kenang-kenangan. tapi lumayan terkejut ketika hendak ditebus, harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.


makan sushi di sushi tei

hari ini anak anak berkesempatan nyobain sushi<br/> pas masuk sushi tei, lalu melihat ban berjalan berisi piring sushi, "wah kaya yang di acin acan"<br/>

kalau denny, ga usah ditanya, apapun disantap.<br/> rafaro dan alana pun ternyata doyan, bahkan salmon mentah pun bisa dimakan tanpa masalah.<br/>

nah masalahnya<br/> yang masalah adalah bayarnya :D<br/> untuk kemarin lagi ditraktir tante nova<br/>

nova ngajak ke ban berjalan, trus ambil beberapa piring sushi sambil jelasin ingredient-nya apa.<br/> awalnya sudah khawatir antara menu matang dan menu setengah matang apalagi mentah.<br/> doyan aja mereka.<br/>

sama bunda, sudah diwanti-wanti tidak mencoba wasabi.<br/> padahal anak-anak sudah kebayang adegan mater di cars 2,<br/>


pertama kali rawat inap

rencananya mau nonton avengers: endgame. karena sudah beli tiket dari jauh jauh hari. <br/> tapi hari senin sebelumnya pilek lumayan parah, lalu hari selasanya berganti jadi batuk berdahak.<br/> menjelang tidur sudah agak sesak. lalu tengah malam terbangun, sesak, semprot pakai ventolin tidak terlalu berefek.<br/> bahkan sampai berulang kali disemprot dalam rentang waktu 2 jam.<br/>

tidak bisa tidur,

rabu paginya saya bilang ke bunda untuk pergi nonton aja berempat, dan saya ke rumah sakit.<br/> bunda bilang supaya di-nebulizer. nebulizer <br/> setelah di-nebu, sudah lumayan, namun belum terlalu ok. <br/>

sampai di mall, masih mendingan. <br/> tapi ketika masuk ke dalam studio. rasa sesak mulai muncul. <br/> bahkan filmnya belum mulai pun, sudah ga tahan. <br/> akhirnya ke luar studio. <br/>

sampai di luar, coba atur napas, tapi tidak bisa. <br/> keringat dingin mengucur. <br/> rencananya jika sudah mendingan, mau langsung pergi ke rumah sakit. <br/>

tapi tidak reda juga rasa sesaknya. <br/> kemudian, bunda keluar dari studio. trus minta telpon papa anter ke rumah sakit. <br/>

sampai di rumah sakit, masuk ugd, langsung dikasih oksigen sampai tenang. kemudian, di-check EKG, check darah, dan dimonitor denyut jantungnya lewat sensor di jari. <br/> agak siang, dokternya bilang, kondisi denyut jantung saya masih belum normal.<br/> dan juga tes darah menunjukkan jumlah leukosit yang tinggi, yang ditengarai adanya infeksi.<br/>

dokter mengharuskan rawat inap.<br/> tapi itu juga belum tahu apakah rawat inap biasa, atau harus semacam icu.<br/> gaswat.<br/> sambil dimonitor terus sampai sore.<br/> menjelang magrib, dinyatakan bisa rawat inap biasa. tanpa perlu monitor denyut jantung.

besoknya<br/> dokter jantung bilang, tidak ada masalah dengan jantung.<br/> lalu dokter paru-paru datang, bilang ini infeksi, jadi harus dikasih antibiotik dan di-nebulizer untuk kelancaran napas.<br/> pas mau hari ketiga, dokter bilang mau check darah untuk menentukan bisa pulang atau engga.<br/> ternyata leukositnya jadi meninggi. <br/> haalaaah!<br/> jadi ga boleh pulang, harus ganti antibiotik.

nah hari ketiga, dan keempat ketambahan batuk lagi dan terasa banyak dahak.<br/> setelah lapor dokter, eh malah suruh untuk check lab untuk dahaknya.<br/> harganya bikin kaget, tapi karena disuruh dokter., ya sudah ikutin.<br/> lalu kemudian jadi timbul sebah, gerd. dan pusing kepala, dan mampet.<br/>

kesel banget

akhirnya setelah 5 hari, boleh pulang.<br/> walaupun leukositnya masih sedikit di atas batas normal.<br/> disambung dengan antibiotik minum.<br/>

pas dikasih tagihan rumah sakit.<br/> jadi bikin pening nambah @_- :(<br/>


naik mrt

karena bunda lagi acara seminar dari pagi, kemudian kita nyobain untuk naik mrt.<br/> sudah dapat info, mendingan pakai electronic money aja, dari pada beli tiket di stasiun. tapi apa daya cuma punya 2 kartu digital money, 1 e-money dan 1 flazz. sementara kartu tapcash ga ada minimarket yang bisa top-up.

setelah menyusuri minimarket di sarinah dan sabang ga ada yang bisa topup tapcash, kemudian berjalan ke stasiun mrt yang berada dekat ex mall ex.

di depan stasiun mrt

turun ke dalam stasiun mrt, di beberapa spot banyak sudut yang lowong blong, entah memang nanti diperuntukkan untuk sesuatu, apa memang kosong aja.<br/> sampai di stasiun, cari-cari tempat beli tiket. langsung terlihat antrian orang. antrian pembelian tiket berjalan lambat, karena memang hanya satu kasir. sementara loket yang satu lagi ada di seberang ujung stasiun, yang kondisinya juga sama - antrian panjang.<br/> dan sudahlah hanya satu orang petugas, dia pun juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan penumpang newbie. dan juga ditambah proses pengisian kartu yang somehow lambat.

setelah dapat giliran, karena memang hanya nyobain, jadi beli tiket hanya sampai blok m saja. beli 2 tiket ke blok m seharga 4000, jadinya 8000 + 30000 (jaminan kartu single trip yang bisa direfund)

setelah dapat tiket, barulah masuk ke gate.<br/> alana dengan gampang ngikutin instruksi untuk tap in. <br/> anak sekarang, kalau teknologi, nyerapnya mudah :D <br/>

tap-in

nunggu mrt nya, ngantri di baris kuning. terlihat beberapa penumpang newbie sampai disamperin ibu-ibu penumpang yang 'berpengalaman' bahwa harus antri di garis kuning, bukan di segitiga hijau.

gak lama kereta datang. setelah tertib nunggu yang keluar. penumpang tidak padat, jadi bisa dibilang masing-masing dapat kursi. anak-anak milih dekat pintu.

dalam mrt

karena underground, pemandangan yang bisa dilihat hanya ketika kereta berhenti di tiap stasiunnya. barulah setelah kereta menanjak naik di senayan baru ada pemandangan.<br/> sampai di blok-m, ada connecting ke dalam mall. tapi sayangnya karena masih pagi, belum buka mallnya. akhirnya balik lagi ke HI

kartu tiketnya dinamakan single trip karena setelah dipakai ke stasiun lain, kartu itu harus diisi ulang atau di-renew. <br/> jika dipakai langsung untuk balik lagi, atau ke stasiun lain yang bukan tujuan aslinya, bisa terkena denda.<br/> entah apakah denda ini sudah diaplikasikan atau belum. karena terlihat beberapa orang di blok m ini masuk lagi ke peron sebelah untuk menuju arah datang tadi.

stasiun blok m